Salah Jatuh Cinta
Aku duduk di halte dekat sekolah. Aku sengaja menunggunya lewat. Dia adalah seorang pemuda, masih sekolah sepertiku. Tapi dia tiga tahun lebih tua dariku. Aku masih mengenakan seragam putih biru waktu itu dan dia mengenakan seragam putih abu-abu. Kebetulan sekolahnya dekat dengan halte bus itu. Setiap pulang sekolah aku sering melihatnya berjalan bersama teman-teman sekolahnya melewati halte bus. “Itu dia!” teriakku dalam hati gembira. Dia berpawakan tinggi kurus kulitnya putih, sepertinya dia keturunan Tiong hoa. Dia bercanda dengan teman-temannya. Salah satu temannya memanggil namanya. Delon! Teriak teman-temannya itu. Entah mereka sedang bercanda membahas apa. Mereka tertawa lepas seperti saling ejek satu sama lain. “Ah..yang penting aku sudah tahu namanya.” teriakku senang dalam hati. Aku ingin sekali meloncat-loncat kegirangan. Dari dekat pemuda itu benar-benar tampan, bahkan semakin terlihat lebih tampan dari biasanya. Aku pulang dengan hati gembira. Senyum-senyum se...