Patah Hati Tidak Harus Mati

Tahukah kamu patah hati dapat membuat orang berniat bunuh diri? Jika tidak, maka akan aku ceritakan betapa mengerikannya patah hati.

Tentang aku yang tak pernah mau lagi patah hati. Tapi ini terjadi berkali-kali. Aku terlalu percaya atau mungkin terlalu berharap, hingga akhirnya terluka. Cinta itu mudah sekali berpindah hati. Rasanya aku tidak sanggup menelan pahit-pahit kopi tanpa gula. Orang yang membuatku begitu menundukkan kepala dengan apa katanya apa maunya rupanya dengan mudah saat keadaan berubah. Bosan mungkin dengan orang penurut sepertiku. Kurang menantang baginya, jika dia berjiwa petualang.

Aku tidak habis pikir mengapa begitu mempesonanya dia hingga banyak perempuan tergoda. Kala itu aku mendapat pesan singkat yang menyesakkan dada. Kemudian telepon itu berdering dan suara perempuan mengawali percakapan kami. Waktu sudah larut malam, entah apa yang mereka lakukan hingga selarut ini. Aku tak habis pikir. Aku bisa apa jika dia berkata "iya..perempuan tadi pacarku."

Menelan ludah saja rasanya sakit. Bagaimana aku bisa makan dengan lahap? Bagaimana aku bisa berjalan tanpa memandang lurus ke depan? Bagaimana aku bisa tertidur tanpa mimpi buruk? Aku melempar ponselku ke dalam lemari. Sungguh bila aku mengetahui lebih dalam hal itu aku yakin aku akan mati besok. Atau mungkin sekarang, saat ini juga pikirku. Tidak cukup aku menangis satu malam. Suara itu terus bergema di otakku. Bagaimana caranya aku menghentikan ini? Apa aku mati saja? Bukan hanya kali ini aku patah hati. Aku pikir dia bisa mengobati semua lukaku, tapi ternyata dia menyisipkan kenangan buruk dalam memoriku.

Aku tidak mati. Aku masih hidup meski dengan kenangan pahit itu. Aku berjuang membersihkan otakku dari mimpi yang pernah ada. Rasanya mati bukan pilihan yang tepat jika aku ingin menemukan kebahagiaan yang telah disiapkan oleh Yang Maha Mengatur Waktu.

Bangkit dari rasa sakit tentu tidak mudah. Aku masih sering dihantui rasa tidak percaya pada orang-orang yang mencoba mendekatiku. Apalagi ketika mereka berusaha meyakinkanku dengan sebuah ikatan yang lebih serius. Bulshit! Aku tidak percaya. Dia saja pernah berkata bahwa aku adalah cinta terbaik. Tapi kenyataannya dia begitu mudah meninggalkanku. Bukan..dia bersamanya lebih dulu dan aku yang ke dua. Ah entah aku yang ke berapa. Karena masih banyak perempuan yang menghubungiku setelah perempuan itu.

Dalam hitungan hari tidaklah cukup menghapus memori itu. Bahkan mungkin bertahun-tahun. Hingga suatu hari aku menemukan rasa yang membuatku nyaman. Aku tidak mudah menerima itu. Ya..aku masih bersikap waspada dengan tidak menerima cinta itu begitu saja. Ada rasa takut yang menghantui. Tapi cinta ini membuatku berbunga-bunga kembali. Tuhan mengirimkannya untukku. Aku yakin itu.

Sudah lama hatiku tertutup debu. Menyamarkan puing-puing yang berserakan disana. Hatiku masih perih seperti tertancap duri. Tapi apa aku tidak berhak bahagia? Aku sangat ingin ada seseorang yang menyatukan puing-puing itu dengan balutan yang lembut penuh kasih sayang. Dalam tangis aku berdo'a. Hingga aku benar-benar meyakini suatu hal bahwa orang-orang yang datang dalam hidupku pasti mempunyai peranan yang sangat penting. Seperti saat dia datang dan pergi meninggalkanku dengan goresan luka yang dalam. Rupanya Tuhan ingin memberitahuku, bahwa dia memang tak pantas untukku. "Jodohmu adalah bagaimana kamu. Maka perbaikilah dulu dirimu."

Dalam sebuah hubungan sangat dibutuhkan komunikasi yang manis dan sehat. Bukan hanya manis sesaat. Aku tidak ragu dengan keputusan ini. Dia sudah cukup lama kukenal. Aku yakin ada kebahagiaan yang menanti di depan. Dia yang membawanya atas izin Yang Maha Penyayang.

Lalu apa kau masih ingin mati karena patah hati? Aku tidak. Aku berhak bahagia. Dengan caraku sendiri. Begitu juga kamu.

#catatanbubuayu
#SMANSAMenulis05
#tantangan30harimenulis
#blog1
#septembermenulis

Komentar

  1. Sungguh hidup yang paling hidup adalah saat bertahan untuk tidak mati. Susah tapi bisa 💪

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pik. Karena ada rencana Tuhan di balik itu.

      Hapus
  2. Ini ada terusannya kan yu? Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya masih ada put.nantikan tulisan selanjutnya.haha..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Sosok Inspirator Kamu?

Salah Nada Merusak Rasa