Menatap Hati yang Pecah

Menatap Hati yang Pecah

Kau.. Seperti kekasihku yang dulu
Sungguh.. Hadirmu menyejukkan risau jiwaku

Lagu itu mengalun indah di otakku.
Bergerilya ke setiap sudut kenangan yang dulu pernah tercipta.
Seseorang dengan paras yang sama, tapi tidak raganya.
Membuatku terjun ke masa lalu, merogoh cinta yang ku kubur dalam-dalam.
Mencuatkan amarah yang terpendam demi segumpal darah yang tercipta dalam rahim.
Perlahan aku menghampirinya. Menepuk pundaknya dan.. Pisau itu berhasil menusuk ulu hatinya!
Aku menatapnya.. Pecah! Cairan merah kental mengalir deras.
Aku menatap hatimu yang pecah. Sama seperti hatiku yang tak pernah utuh lagi semenjak kau pergi meninggalkan aku dan bayimu!

“Tangkap perempuan itu!!” teriak seorang perempuan terhadapku.

Aku lega. Berada dalam mobil lengkap dengan jeruji. Dua orang memakai seragam putih tak lepas dari pengawasanku. Bukan! Mereka yang mengawasiku agar aku tak lagi pergi tanpa ijin.

#catatanbubuayu
#ODOPfor99days
#flashfiction
#ruangmenulis
#writingtresnojalaransokokulino

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Sosok Inspirator Kamu?

Salah Nada Merusak Rasa

Sejuta Kejutan Darimu