Game level 4 Bunsay Hari ke 3

Ibu-ibu pasti tahu rasanya ketika anak tengah malam tiba-tiba panas tinggi. Panik! Ya, saya panik sekali ketika pukul 01.15 kak Martha menggigil. Cek suhu badan 39,6 derajat. Bangunkan suami, cari obat penurun panas ternyata habis. Ada obat penurun panas punya adik, tentu saja kemasan drop karena itu untuk bayi. Atur nafas agar tidak panik, baca baik-baik dosis yang diperlukan untuk anak usia 4 tahun 11 bulan. Bangunkan anak, beri pengertian bahwa ia harus minum obat karena suhu badannya tinggi. Berontak pasti, tapi harus karena jika lebih dari itu bahaya, bisa berakibat fatal. Saya peluk, beri pengertian lagi. Alhamdulillah berkat bantuan suami, kak Martha pun mau minum obat. Semua bisa tidur tenang ketika suhu badannya mulai turun.

Untung saja adiknya tidak terganggu. Ia masih tidur pulas dengan selimut lembut di tubuhnya. Hingga pagi hari, lemas dan kantuk yang tersisa. Berusaha bangun untuk memulai aktivitas kembali. Tapi apa daya, kantuk dan malas masih menggelayuti.

Oh tidak! Ketika tersadar matahari mulai mengintip lebih tinggi, saya bergegas beranjak. Hari ini hari ke tiga untuk game level 4. Masih harus mencermati gaya belajar anak. Harus melek agar benar-benar memahaminya.

Saya mulai dengan penawaran untuk berangkat sekolah atau tidak. Kak Martha menolak dengan alasan tidak enak badan. Saya menurutinya, sambil belajar memberinya stimulus untuk belahar sambil bermain tanpa paksaan. Saya mengikuti apa maunya. Kali ini saya memperhatikan matanya. Saat ia berfikir, bola matanya mengarah ke kanan dan ke kiri seperti mencari-cari sesuatu dalam ingatannya. Bukan memejamkan mata dan membayangkan, lebih seperti melamun menerawang jauh seperti yang saya lakukan. Termasuk gaya belajar apakah ini? Saya harus mendalaminya lagi besok.

#harike3
#Tantangan10hari
#GaneLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunsayIIP
#ODOPfor99days
#catatanbubuayu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Sosok Inspirator Kamu?

Salah Nada Merusak Rasa