Menatap wajahnya saat tidur, membuatku merasa bersalah. Tadi Kak Martha rewel. Main terus, pulang pun harus dipaksa. Makan siang seolah jadi beban. Tiga suapan saja sudah tertidur. Ya ampun, ternyata anakku mengantuk. Pantesan rewel.
Duh ibu..masa tidak tahu anakmu sedang mengantuk?
Duh ibu..masa tidak peka anak rewel kenapa?
Ternyata setelah mempunyai adik, memang kak Martha ini merasa cemburu. Setelah diingat-ingat, kapan sih terakhir mendengarkan Kak Martha bercerita seru dengan pelukan hangat? Rasanya memang sekarang sangat jarang saya lakukan itu. Pantas saja! Itu yang membuatnya semakin cemburu pada adiknya.
Selama ini saya terlalu memposisikan Kak Martha anak yang sudah besar dan harus tahu situasi dan kondisi ketika adiknya harus lebih banyak diperhatikan. Ya, saya salah. Seharusnya saya memberi waktu khusus untuknya. Bercengkerama, bercerita dan membiarkannya bermanja-manja.
Tapi kan saya harus menahan kantuk yang sangat berat. Tak jarang ketika adik tidur, saya pun ikut tertidur. Maklum lah punya dua anak pasti sering melek, ditambah siang hari kak Martha tidak pernah tidur siang. Bisa dihitung berapa kali ia tidur siang, itupun karena ketiduran.
Mau mengeluh seperti apa lagi sih Bu? Kalau pengen lihat anak bahagia, dengan senyumnya yang manis dan tawanya yang ceria. Tahan duku marahnya, lihat dulu ia tipe anak seperti apa?
Ah iya, kak Martha susah sekali mengungkapkan perasaannya saat marah. Jika ada yang tidak sesuai, ia marah seakan semuanya salah. Ketika sudah tenang, kadang tanpa diminta pun ia akan bercerita sendiri. Meskipun kadang masih terbawa emosinya.
Kak Martha tipe anaknyang mudah mengingat setiap ucapan yang ia dengar. Tipe seperti ini biasanya mempunyai gaya belajar auditory. Ya, memang ada beberapa yang masuk dalam kategori visual ini. Meskipun ia lebih condong kinestetik.
Apapun itu, ibu berusaha memahami lebih dalam karakter dan gaya belajarmu nak.
Duh ibu..masa tidak tahu anakmu sedang mengantuk?
Duh ibu..masa tidak peka anak rewel kenapa?
Ternyata setelah mempunyai adik, memang kak Martha ini merasa cemburu. Setelah diingat-ingat, kapan sih terakhir mendengarkan Kak Martha bercerita seru dengan pelukan hangat? Rasanya memang sekarang sangat jarang saya lakukan itu. Pantas saja! Itu yang membuatnya semakin cemburu pada adiknya.
Selama ini saya terlalu memposisikan Kak Martha anak yang sudah besar dan harus tahu situasi dan kondisi ketika adiknya harus lebih banyak diperhatikan. Ya, saya salah. Seharusnya saya memberi waktu khusus untuknya. Bercengkerama, bercerita dan membiarkannya bermanja-manja.
Tapi kan saya harus menahan kantuk yang sangat berat. Tak jarang ketika adik tidur, saya pun ikut tertidur. Maklum lah punya dua anak pasti sering melek, ditambah siang hari kak Martha tidak pernah tidur siang. Bisa dihitung berapa kali ia tidur siang, itupun karena ketiduran.
Mau mengeluh seperti apa lagi sih Bu? Kalau pengen lihat anak bahagia, dengan senyumnya yang manis dan tawanya yang ceria. Tahan duku marahnya, lihat dulu ia tipe anak seperti apa?
Ah iya, kak Martha susah sekali mengungkapkan perasaannya saat marah. Jika ada yang tidak sesuai, ia marah seakan semuanya salah. Ketika sudah tenang, kadang tanpa diminta pun ia akan bercerita sendiri. Meskipun kadang masih terbawa emosinya.
Kak Martha tipe anaknyang mudah mengingat setiap ucapan yang ia dengar. Tipe seperti ini biasanya mempunyai gaya belajar auditory. Ya, memang ada beberapa yang masuk dalam kategori visual ini. Meskipun ia lebih condong kinestetik.
Apapun itu, ibu berusaha memahami lebih dalam karakter dan gaya belajarmu nak.
#harike6
#Tantangan10hari
#GaneLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunsayIIP
#ODOPfor99days
#catatanbubuayu
Komentar
Posting Komentar