Pembasmi Bayi Nyamuk
Langit masih gelap, hujan dari tadi malam menyisakan genangan air dimana-dimana. Tomi membuka pintu rumahnya dan Byuk! air di teras rumah sudah setinggi mata kaki. Tomi segera memanggil ayah dan ibunya.
“Ayah..Ibuu! Rumah kita banjir!” teriaknya.
Ayah dan ibu Tomi segera berlari ke teras rumah mereka. Benar saja air sudah masuk.
“Tomi, bantu ayah dan ibu ya. Tolong ambilkan stokpel di belakang ya nak.” ucap Ayah Tomi.
“Baik Ayah.” jawab Tomi.
Ibu juga turut membersihkan bungkus plastik yang ikut masuk ke dalam. Setelah mereka selesai membersihkan teras rumah, ternyata ada satu lagi yang masih tergenang air, yaitu pot bunga ibu. Pot itu sangat besar dan kosong. Kebetulan ibu memang belum membeli bunga untuk ditanam dalam pot besar itu.
“Tomi, ibu minta tolong kita angkat sama-sama ya pot besar ini. Ayah tolong, ibu dan Tomi pasti juga tidak kuat.” pinta ibu.
“Bu, biarin aja. Kan itu jadi kaya kolam ikan. Hihi..” jawab Tomi.
“Tomi sayang, genangan air bisa menyebabkan jentik-jentik nyamuk berkembang biak menjadi nyamuk aides aygepti.” jelas ibu.
“Apa itu Bu?” tanya Tomi.
“Aides aygepti adalah nyamuk yang menyebabkan demam berdarah sayang.” jawab ibu.
“Oh..seperti Zul ya bu. Dia kemarin gak berangkat sekolah karena demam tinggi bu. Katanya sih masuk rumah sakit. Bu guru bilang, kata Dokter Zul terkena demam berdarah.” ucap Tomi.
“Nah, sekarang Tomi bantu ibu untuk mencari tempat-tempat yang tergenang air ya. Kita buang airnya dan bersihkan tempatnya. Pasti Tomi juga tidak mau seperti Zul kan?” ajak ibu.
“Betul itu kata ibu. Tomi jadi pembasmi bayi nyamuk ya sekarang!” kata ayah.
“Siapa Ayah! Siap Bu!” jawab Tomi mantap.
Akhirnya Tomi, Ayah dan Ibu segera membersihkan dan membuang air yang menggenang, agar terhindar dari gigitan nyamuk demam berdarah.
#kelasmenulisceritaanak
#kelasMCA
#ODOPfor99Days

Komentar
Posting Komentar