Aku Mau Gosok Gigi Sendiri
Aku Mau Gosok Gigi Sendiri
Malam ini saya membacakan buku tentang TUBUHKU sebelum Kak Martha tidur. Saya mengenalkan anggota tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Pada saat membahas gigi, Kak Martha melirik saya dan bertanya “Bu, kalau enggak sikat gigi nanti giginya sakit? Bolong? Kenapa bisa bolong?” Saya senang sekali Kak Martha bertanya seperti itu, karena saya menjawabnya dengan harapan Kak Martha pun mau sikat gigi sebelum tidur.
Saya pun menjawab, “kaena ada kuman yang makan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi. Kemudian, ketika makanan sisa itu habis, maka kuman tersebut makan gigi hingga berlubang.”
Ia mengernyitkan dahinya, saya menyambungnya dengan dongeng tentang anak yang malas menggosok gigi.
Pagi itu menjadi gaduh karena suara si kembar Layla dan Lili. Mereka berdua menangis. Karena sakit rupanya. Gigi Layla tak pernah disikat ketika mau tidur. Gigi Lili sakit karena sudah berlubang.
Akhirnya mereka berdua pun tidak masuk sekolah. Ibu memberikan surat ijin pada ibu guru di sekolah Layla dan Lili. Kemudian mengajak si kembar periksa ke dokter gigi.
Setelah sampai di tempat praktek dokter, Layla dan Lili tidak takut sama sekali ketika dokter meneriksa mereka. Dokter Rizka namanya, cantik dan ramah sekali.
Dokter Rizka : “Adik-adik, apakah jika mau tidur tidak pernah menggosok gigi?”
Layla dan Lili saling melirik, lalu mereka kompak menjawab “gosok gigi Dok.”
Dokter Rizka : “Hm..begitu ya. Tahukah ketika selesai makan dan minum susu ada beberapa sisa-sisa yang menempel pada gigi?”
Layla dan Lili mengangguk.
Dokter Rizka : “Jadi, jika tidak dibersihkan akan ada kuman yang datang untuk berpesta di dalam mulut. Mereka makan sisa makanan dan menggerogoti gigi.”
Layla dan Lili mulai terlihat cemas.
Dokter Rizka bertanya sekali lagi. “Apakah adik-adik rajin menggosok gigi saat mandi,setelah makan dan sebelum tidur?”
Layla dan Lili menunduk, mereka menjawab dengan lirih “tidak, kami menggosok gigi saat mandi saja Dokter.”
“Mulai sekarang berjanji ya, gosok gigi yang rajin agar gigi tidak sakit lagi.” kata Dokter Rizka.
Kemudian Dokter Rizka menyerahkan selembar kertas pada ibu dan berkata, “ini saya beri resep dulu ya. Isinya obat pereda nyeri, nanti belilah di apotek. Minta tolong pada apotekernya ya Bu untuk menjelaskan cara minumnya.”
Ketika mau pulang, Dokter Rizka memberikan hadiah berupa sikat gigi dengan tutup berbentuk hello kitty. Wah! Senangnya Layla dan Lili. Sejak saat itu mereka berjanji untuk rajin menggosok gigi tanpa menunggu disuruh ibu. Sekarang, Layla dan Lili menjadi anak yang mandiri, mereka mau menggosok gigi sendiri.
“Nah, Kakak sudah sikat gigi belum?”
Kak Martha menjawab, “belum” sembari tersenyum. “Ayo Bu, aku mau sikat gigi.”
Wah senangnya, Kak Martha pun mau menggosok gigi sendiri. Semoga besok dan seterusnya lebih rajin lagi ya nak.
Setelah ini adalah tugas saya sebagai ibu untuk menjaga konsistensi anak mau menggosok giginya. Tidak lelah memberikan semangat agar kegiatan menggosok gigi menjadi kegiatan yang menyenangkan. Lalu saya sendiri? Harus memberikan contoh yang baik tentunya, bagaimana cara menggosok gigi yang benar tidak memaksa namun tetap memberikan pengarahan yang menarik hatinya. Dengan mendongeng seperti yang saya lakukan tadi misalnya. Asik kan.. Di sini kreatifitas ibu diuji. Hihi.. Tetap Semangat ya.
#catatanbubuayu
#ruangmenulis
#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day2
#ODOPfor99Days#30dayemakmendongeng
#day2
Komentar
Posting Komentar