Anak yang Berbakti pada Orang Tua
Ani adalah anak pertama dari Bu Ratmi dan Pak Patmo. Dia anak yang rajin dan baik hati. Dia mempunyai adik kembar yaitu Bimo dan Bunga. Mereka berdua masih kecil, usianya dua tahun. Sedangkan Ani sekarang berusia delapan tahun.
Ani yang duduk di kelas dua Sekolah Dasar, sering merasa iba pada Ibunya. Beliau sering sakit. Sedangkan Ayahnya harus berlayar karena pekerjaannya adalah seorang nelayan.
Saat Ayahnya pergi berlayar, Ani lah yang membantu Ibu mengurus kedua adiknya. Mulai dari memandikan, memakaikan baju hingga menyuapi. Ibu meneteskan air mata, berbaring di ranjang dan tidak bisa berbuat apa-apa bukanlah pilihannya. Namun apa mau dikata, stroke menghampirinya lebih cepat.
Ketika si kecil sudah rapi dan kenyang, barulah Ani berangkat ke sekolah. Beruntung, adik kembar Ani adalah anak yang penurut. Sehingga mereka tidak pernah merepotkan Ibunya saat Ani bersekolah.
Sore itu, Ayahnya pulang membawa banyak ikan untuk dijual dan sedikit disisihkan untuk lauk pauk besok pagi dan persediaan beberapa hari. Alhamdulillah hasil pancing hari ini banyak.
Besok, Ayah akan pergi ke tengkulak untuk menjual ikan hasil tangkapannya. Uang yang didapat akan disisihkan untuk memeriksakan Ibu ke puskesmas.
Ani sempat berfikir semalaman, jika uang itu tidak cukup apakah Ani akan bekerja membantu Ayah mencari uang. Tapi lamunan Ani dibuyarkan oleh tangis kedua adiknya. Ternyata mereka tak sengaja menumpahkan obat milik Ibu. Ah,sedih sekali. Rumah Ani beralaskan tanah dan obat itu tentu saja kotor. Ani tidak mampu lagi menahan air matanya. Tapi Ayah memeluk ketiga anaknya dan berkata, “tidak apa-apa sayang. Besok kita bawa Ibu periksa dan membeli obat. Ayah minta tolong, tetaplah menjadi anak yang berbakti pada orang tua ya anak-anakku. Saling membantu hingga tua nanti.” Nasihat Ayah menutup malam kami dan kami pun berbaring di atas tempat tidur untuk beristirahat.
Ani adalah contoh anak yang berbakti pada orang tuanya. Semoga kelak menjadi anak solehah dan juara di sekolah ya.
Matanya berkaca-kaca. Ah, ternyata Kak Martha terharu dengan cerita itu. “Kasihan ya Bu,” katanya.
“Ya sayang, orang tua bekerja untuk siapa?” tanyaku.
“Untuk Kakak, kaya Ayah ya Bu. Kerja biar dapat uang buat makan Kakak? Buat beli susu adek?” jawabnya.
“Tentu saja. Kakak bisa membantu Ayah dan Ibu dengan berbakti pada orang tua. Misal, meminta tolong dengan suara yang halus, merapikan mainan setelah bermain, sayang sama aAdek, Ibu dan Ayah. Jangan lupa do’a untuk kedua orang tua ya. Masih hafal?” tanyaku.
“Masiih!” jawabnya mantap.
Kemudian kami berdo’a bersama menutup malam dengan mimpi indah.
Semoga menjadi anak yang solehah ya sayang, berbakti pada orang tua dan taat pada agama. Aamiin..
#catatanbubuayu
#ruangmenulis
#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day6
#30dayemakmendongeng
#day6
#ODOPfor99Days
Komentar
Posting Komentar