Joni Berbohong Lagi

Joni Berbohong Lagi

Di sebuah desa, ada seorang anak bernama Joni. Pada suatu hari, Joni berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Ayah dan Ibunya berharap Joni bisa menjadi anak yang baik dan pintar. Tapi, tetnyata Joni berbohong pada ayah dan ibunya. Ia pergi ke sungai di desa seberang. Ia bermain bersama dua temannya, Dodi dan Badrun.

Sudah tiga kali Joni, Dodi dan Badrun membolos sekolah. Keesokan harinya, Pak Guru pun datang ke rumah mereka bertiga. Orang tua mereka begitu terkejut atas kehadiran guru sekolah anak mereka. Mereka pun memutuskan untuk bertanya pada anak-anak mereka sepulang sekolah.

Dodi dan Badrun mau mengakui kesalahan mereka dan enggan untuk membolos lagi. Sedangkan Joni, ia mengaku salah tapi mengulanginya lagi.

“Ayo Dodi, Badrun. Kita ke sungai lagi.”

Ajak Joni saat bertemu di jalan menuju sekolah. Tapi Dodi dan Badrun menolaknya. Joni pun marah. “Ah! Kalian enggak asik! Gitu aja takut,” katanya. Joni pun pergi sendiri ke sungai itu. Dodi dan Badrun sudah melarangnya, tapi Joni tetap pergi.

Di dalam kelas, Pak Guru pun bertanya, “Dodi, Badrun bagus kalian berangkat. Tapi kemana Joni?” Dodi dan Badrun saling melirik, Badrun pun menjawab “Joni ke sungai lagi Pak guru.” Kami sudah melarangnya, tapi Joni tetap pergi,” tambah Dodi.

Tiba-tiba ada suara gaduh di depan sekolah. Rupanya itu penduduk desa seberang. Mereka menemukan Joni dalam keadaan tidak sadar karena sempat terbawa arus sungai yang deras. Warga tidak tahu tempat tinggal Joni, oleh karena itu mereka berinisiatif memberitahu guru di sekolah karena Joni mengenakan seragam sekolah tersebut.

Joni segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan medis. Alhamdulillah Joni masih bisa diselamatkan. Setelah sadar, orang tua Joni sudah ada di dekatnya karena salah satu guru langsung memberitahukannya. Joni menangis meminta maaf pada orang tua dan gurunya. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu lagi.

“Joni, untung saja ada warga yang melihat dan segera menolong kamu. Itu tandanya Allah masih sayang dan memberi kesempatan kamu agar tidak berbohong lagi,” kata Pak Guru.

“Iya Pak Guru. Saya minta maaf. Ayah, Ibu maafin Joni ya,” jawab Joni penuh sesal.

Ayah dan Ibu pun memaafkan Joni dan memeluknya erat sambil meneteskan air mata.

Nah, dari cerita di atas Kak Martha mulai memahami bagaimana tidak baiknya bila berbohong. Pertama, bohong itu jelas tidak baik ya. Kedua, orang tua dan guru tidak tahu dimana dan bagaimana keadaan anaknyang berbohong karena tidak memberitahukan keadaan yang sebenarnya. Ketiga, berbahaya bagi diri sendiri bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Jadi, enggak boleh bohong ya Bu? Di sungai kan bahaya ya Bu, ada buaya kan?” tanya Kak Martha.

“Ya sayang, bisa jadi ada hewan berbahaya yang mengganggu anak itu,” jawabku.

“Jadi Kakak harus bilang semuanya ya Bu? Ibu harus tahu semua-semua nya kan?” tanyanya.

“Ya sayang, betul sekali. Jadi anak baik, solehah dan jangan suka bohong ya.”

“Siap Bubu yang cantik!” jawabnya semangat.

Hihi.. kadang lucu ya bahasa anak. Bagi saya yang penting ia mengerti dari isi cerita tersebut. Memahami pesan yang ingin disampaikan.

#catatanbubuayu
#ruangmenulis
#30DEM
#30dayemakmendongeng
#day4
#ODOPfor99Days

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa Sosok Inspirator Kamu?

Salah Nada Merusak Rasa