Review kelompok 1
Review kelompok 1
Menumbuhkan Fitrah Seksualitas di Jaman Millenial
Assalammualaikumwarohmatullahiwabarokatuh.
Tantangan di Jaman Milenial
Jika kita mau membuka mata, telinga dan hati lebar-lebar terhadap keadaan sekeliling kita, kita pasti miris melihat kenyataan betapa anak-anak SD mulai berani berpacaran, pegang tangan, cium-cium. Silakan sesekali berseluncur di IG dan facebook feeds, akan dengan mudah kita temukan postingan dari anak-anak bau kencur yang mulai berperilaku tidak sepantasnya.
Tidak berhenti di situ, beberapa waktu lalu mulai ditemukan beberapa grup facebook yang isinya orang-orang dengan penyimpangan orientasi seksual dan mulai menggiring anak-anak SD - SMP untuk masuk ke dalamnya. Kenyataan ini ditambah fakta yang banyak disampaikan di beberapa seminar para ahli, bu Elly Risman salah satunya, betapa bencana pornografi telah sangat membahayakan negara ini.
Jika ditarik ke belakang, permasalahan ini tentu saja tidak timbul dengan serta merta, sebelum tantangan besar ini menghadang, sebenarnya sudah muncul tantangan kecil di hadapan kita, hanya saja kita tidak menyadarinya, atau sadar namun abai? Padahal kata bu Elly Risman, bencana yang paling besar itu ketika kita tidak menyadari bencana itu sedang datang menghampiri.
Tantangan-tantangan kecil yang menjadi dasar timbulnya permasalahan-permasalahan besar di atas antara lain:
- Kurangnya penanaman rasa malu di diri anak-anak dan tidak dikenalkannya anak-anak tentang batas-batas auratnya sejak dini. Bisa dilihat di sekeliling kita masih banyak anak laki-laki yang dibiarkan/ diajarkan BAK di luar rumah/ di got, masih banyak anak balita yang dibiasakan ganti baju di ruang publik (ruang tamu/ teras rumah), masih banyak anak-anak perempuan yang tak dibiasakan mengenakan legging/ celana dalaman saat memakai rok jadi celana dalamnya kelihatan.
- Tidak adanya pendidikan seksualitas sejak dini. Contohnya banyak anak-anak kelas 5-6 SD yang sudah mulai haid tanpa dibekali informasi yang tepat dari orangtua. Jangankan bagaimana cara membersihkan tubuh dan menjaga dirinya, bagaimana cara mengenakan pembalut saja banyak yang tidak tahu.
- Batasan pemakaian gadget yang tidak diatur dengan jelas. Yang penting anak anteng, biar kekinian, kasihan kalau nggak punya sedangkan teman-temannya punya menjadi alasan pemberian gadget pada anak-anak. Akhirnya energi anak yang berlebih tidak tersalurkan dengan baik karena lebih banyak bermain gadget. Energi berlebih yang tidak tersalurkan ini bisa membuat anak-anak berselancar ke tempat-tempat yang tidak semestinya di dunia maya.
Benang merah dari semua tantangan yang kami jabarkan di atas ternyata terkait dengan fitrah seksualitas yang tidak ditumbuhkan dengan baik.
Itu sekilas materi yang dibawakan oleh kelompok 1. Masih banyak lagi yang membuat saya mengangguk-angguk membenarkan. Memang betul, kita sebagai orang tua harus bisa dan pandai menyentuh hati anak-anak kita. Jangan sampai mereka mencari tahu di luar dan mendapatkan ilmu yang salah.
Kelompok 1 ini lebih menekankan tentang pembatasan anak untuk bermain gadget. Orang tua tidak hanya membatasi, tapi juga harus memberi contoh. Memberikan jadwal yang bisa dilaksanakan bersama dan jangan lupa mendampingi saat anak bermain gadget. Karena celah sedikit saja bisa merusak otaknya jika sudah melihat gambar atau video porno yang tidak sepantasnya dilihat oleh anak-anak.
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#gamelevel11
#day9
#catatanbubuayu



Komentar
Posting Komentar