Review presentasi kelompok 8
Review presentasi kelompok 8
Sebelumnya, izinkan saya melompat terlebih dahulu ya. Hap! Hihi..
Ya, seharusnya ada review kelompok 1 dan 9 baru kemudian kelompok 8. Tapi terlewat tidak saya beri tanda bintang, padahal sudah membuka chat grup, lalu ada yang harus segera saya kerjakan. Akhirnya tidak terlacak jejaknya.Sehingga saat membuka kembali chat grup, saya memutuskan untuk membaca kelompok 8 dahulu yang sudah ada di depan mata. Ups! Maafkan ya..
Presentasi kelompok 8 tersaji dengan apik. Apalagi dengan desain yang cantik,membuat mata saya gagal fokus. Hehe..begitulah ibu-ibu, melihat yang cantik jadi terpana.
Lanjut ya..
Bermula dari berita tentang kejahatan seksual pada anak-anak. Pikiran saya langsung meraba-raba bagaimana kejadian itu bisa terjadi. Saya jadi berusaha mengoreksi penjagaan saya pada anak-aak apakah sudah cukup optimal atau belum maksimal. Lisan saya melafalkan nama Allah untuk memohon lindunganNya. Memohon untuk melindungi anak-anak saya dari kejahatan-kejahatan yang nampak atau terselubung. Sungguh saya ngeri dan ingin menangis.
Kemudian presentasi dilanjutkan dengan pemaparan video pornografi yang sekarang sangat mudah diakses dengan kecanggihan baik gadget, laptop, dan televisi. Banyak sekali konten porno yang disisipkan dalam iklan game anak-anak misalnya. Dalam acara televisi pun sama. Banyak peran yang membuat anak-anak menirukan apa yang mereka lihat. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita perlu mendampingi anak dengan bijaksana. Bukan hanya melarang, tapi bekali juga dengan ilmu agama.
Sisi inilah yang membuat saya semakin menggali dalam-dalam ilmu apa yang sudah saya tanamkan pada anak-anak saya?
Nah, kekhawatiran saya mereda saat saya membaca solusi yang dipaparkan oleh pemateri di presentasi kelompok 8 tersebut. Antara lain adalah :
πππ Solusi πππ
*Point A.*
Membatasi dan menyeleksi tontonan televisi, YouTube dan video pada anak balita
==> kita pilih kan tontonan dan channel yang berisi Konten yang baik. Berarti-hati lah saat memilih kan kartun pada anak, sebab terkadang ada beberapa kartun yang secara tersembunyi menampilkan tokoh LGBT dalam cerita nya.
==> duduk lah bersama anak saat mereka sedang menonton televisi atau video apapun. Sembari kita menjelaskan kepada mereka cerita di dalam video tersebut serta bisa meluruskan jika ada yang menyimpang
==> jika anak kita tadi menonton video atau televisi di rumah tetangga atau teman nya, maka tanyakan kepada anak kita isi cerita video tersebut.
ππ» Next..
*Point B*
B. Mengajarkan anak untuk tidak BAK di sembarang tempat
ππ»ππ» tips ini telah digunakan saat berpergian jauh
● siapkan pampers baru
● plastik atau tas kresek
● air bersih di aqua botol
● tissue basah
Jika anak sudah lulus toilet training, atau sedang dilatih TT.. saat anak minta BAK..
ππ» masukkan pamper ke dalam tas kresek ..dg kondisi dipanjangkan seperti memasang pembalut
ππ» tempatkan dg posisi yang pas agar urine tidak mencar kemana mana
πΈ Ajarkan anak untuk selalu BAK di rumah atau di kamar mandi. Ajak mereka ke kamar mandi meskipun mereka sedang asyik bermain dengan kawan nya. Agar anak faham dimana tempat untuk BAK, juga tau adab membersihkan nya agar sehat alat kelamin nya.
C. Mengajarkan rasa malu dari dalam rumah
π»π»Orangtua menjelaskan tiga waktu privasi yang melarang anak untuk masuk ke kamar ortu, yaitu sebelum subuh, setelah dzuhur dan setelah isya (QS. An Nuur : 58)
π»π»Orangtua memberikan contoh baik di dalam rumah, misalkan berganti pakaian di dalam kamar tanpa terlihat anak, tidak berciuman bibir di depan anak-anak, tidak memakai pakaian yang menunjukkan aurat terbuka di depan anak-anak (misalkan lingery, daster pendek, hot pants, u can see)
π»π»Mengajari anak bagian tubuh yang boleh terlihat dan yang tidak boleh terlihat teman nya, juga tidak boleh disentuh orang lain. (aurat anak dibawah usia 3 tahun belum ada, aurat anak usia 4 tahun meliputi kemaluan & pantat, juga yang tertutup pakaian)
D. Memisahkan kamar tidur anak laki-laki dan perempuan sejak masih balita
*_bila terpaksa hanya ada satu kamar, maka pisahkanlah ranjang tidur nya_*
*_bila terpaksa hanya ada satu ranjang, maka pisahkanlah selimut nya_*
F. Mandi tidak bersamaan
πΎ Biasakan sejak kecil untuk mandi sendiri-sendiri, meskipun anak-anak memiliki gender yang sama.
πΎ Keluar kamar mandi harus mengenakan baju atau seminimal mungkin menggunakan handuk.
*Point A.*
Membatasi dan menyeleksi tontonan televisi, YouTube dan video pada anak balita
==> kita pilih kan tontonan dan channel yang berisi Konten yang baik. Berarti-hati lah saat memilih kan kartun pada anak, sebab terkadang ada beberapa kartun yang secara tersembunyi menampilkan tokoh LGBT dalam cerita nya.
==> duduk lah bersama anak saat mereka sedang menonton televisi atau video apapun. Sembari kita menjelaskan kepada mereka cerita di dalam video tersebut serta bisa meluruskan jika ada yang menyimpang
==> jika anak kita tadi menonton video atau televisi di rumah tetangga atau teman nya, maka tanyakan kepada anak kita isi cerita video tersebut.
ππ» Next..
*Point B*
B. Mengajarkan anak untuk tidak BAK di sembarang tempat
ππ»ππ» tips ini telah digunakan saat berpergian jauh
● siapkan pampers baru
● plastik atau tas kresek
● air bersih di aqua botol
● tissue basah
Jika anak sudah lulus toilet training, atau sedang dilatih TT.. saat anak minta BAK..
ππ» masukkan pamper ke dalam tas kresek ..dg kondisi dipanjangkan seperti memasang pembalut
ππ» tempatkan dg posisi yang pas agar urine tidak mencar kemana mana
πΈ Ajarkan anak untuk selalu BAK di rumah atau di kamar mandi. Ajak mereka ke kamar mandi meskipun mereka sedang asyik bermain dengan kawan nya. Agar anak faham dimana tempat untuk BAK, juga tau adab membersihkan nya agar sehat alat kelamin nya.
C. Mengajarkan rasa malu dari dalam rumah
π»π»Orangtua menjelaskan tiga waktu privasi yang melarang anak untuk masuk ke kamar ortu, yaitu sebelum subuh, setelah dzuhur dan setelah isya (QS. An Nuur : 58)
π»π»Orangtua memberikan contoh baik di dalam rumah, misalkan berganti pakaian di dalam kamar tanpa terlihat anak, tidak berciuman bibir di depan anak-anak, tidak memakai pakaian yang menunjukkan aurat terbuka di depan anak-anak (misalkan lingery, daster pendek, hot pants, u can see)
π»π»Mengajari anak bagian tubuh yang boleh terlihat dan yang tidak boleh terlihat teman nya, juga tidak boleh disentuh orang lain. (aurat anak dibawah usia 3 tahun belum ada, aurat anak usia 4 tahun meliputi kemaluan & pantat, juga yang tertutup pakaian)
D. Memisahkan kamar tidur anak laki-laki dan perempuan sejak masih balita
*_bila terpaksa hanya ada satu kamar, maka pisahkanlah ranjang tidur nya_*
*_bila terpaksa hanya ada satu ranjang, maka pisahkanlah selimut nya_*
F. Mandi tidak bersamaan
πΎ Biasakan sejak kecil untuk mandi sendiri-sendiri, meskipun anak-anak memiliki gender yang sama.
πΎ Keluar kamar mandi harus mengenakan baju atau seminimal mungkin menggunakan handuk.
Point-point tersebut bisa menuntun kita, terutama saya untuk segera berbenah mana yang belum saya lakukan dalam keluarga saya. Menjadi contoh dan selalu memohon perlindungan dari Allah untuk keluarga, semoga dijauhkan dari hal-hal yang berdampak buruk bagi kita.
#bundasayang
#fitrahseksualitas
#gamelevel11
#day6
#catatanbubuayu
Komentar
Posting Komentar